5273432263 :)

Hakuna Matata

Sabtu, 03 Januari 2015

BIOGRAFI IBNU SINA

Abu Ali al-Husain bin Abdullah bin Sina (980 – 1037) atau yang secara umum dikenal dengan Ibnu Sina atau Avicenna (bahasa Latin yang didistorsi dari bahasa Hebrew Aven Sina) adalah seorang ensiklopedis, filsuf, fisiologis, dokter, ahli matematika, astronomer, dan sastrawan. Bahkan, di beberapa tempat ia lebih terkenal sebagai sastrawan daripada filsuf muslim yang sangat terkenal dan salah seorang ilmuwan dan filsuf terbesar sepanjang masa. Diakui oleh semua orang bahwa pikirannya merepresentasikan puncak filsafat Arab. Dia dipanggil oleh orang Arab dengan sebutan Asy-Syaikh Ar-Rais.
Dia lahir di Afsanah, Bukhara, Transoxiana (Persia Utara). Dia mengajar kedokteran dan filsafat di Isfahan, kemudian tinggal di teheran. Dia adalah seorang dokter ternama di mana mulai abad ke-12 sampai ke-17, bukunya dalam bidang pengobatan, Qanun fi Ath-Thibb, menjadi rujukan di berbagai univesitas Eropa. Dia menjadi sahabat karib raja karena keahliannya dalam masalah pengobatan. Di usia senam belas tahun, ia telah menyembuhkan Sultan Samaniah, Nuh bin Masnur, dari pengakit serius yang dideritanya. Dia kemudian diangkat menjadi dokter istana. Dengan posisinya ini, dia memiliki kesempatan untuk mempelajari buku-buku langka di perpustakaan Sultan. Dalam usia dua belas tahun, dia telah banyak meringkas buku-buku filsafat. Bahkan, buku pertama yang ditulisnya dalam masalah psikologi dipersembahkan untuk Sultan, dengan judul Hadiyah ar-Ra’is ila al-Amir.
Dia banyak menulis buku dalam berbagai persoalan, mulai filsafat, geometri, aritmatika, bahasa, teologi, sampai musik. Yang paling terkenal di antaranya ialah Kitab asy-Syifa’ yang terdiri dari 18 jilid, an-Najah terdiri dari 10 jilid, al-Hikmah terdiri dari 10 jilid, dan Qanun fi ath-Thibb yang didalamnya berisi lebih dari 700 resep dan kegunaannya.
Di usia 22 tahun, setelah kematian ayahnya, ia meninggalkan Bukhara menuju Jurjan. Tidak lama kemudian ia meninggalkan Jurjan karena kekacauan politik. Dia pergi ke kota Hamazan, di mana ia berhasil menyembuhkan penyakit Sultan Syams ad-Dawlah dari Dinasti Buwaihi. Atas jasanya, Sultan mengangkatnya menjadi perdana menteri di Rayyand, tetapi kalangan tentara memusuhinya dan menjebloskannya ke dalam penjara. Atas bantuan Sultan, dia dikeluarkan dari penjara.

Dia meninggal di usia 57 tahun, di mana diakhir hayatnya ia menjadi guru filsafat dan dokter di Isfahan. Ia mempunyai ingatan dan kecerdasan yang luar biasa sehingga dalam usia 10 tahun telah mampu menghafal al-Qur’an, sebagian sastra Arab, dan ia juga hafal kitab metafisika karangan Aristoteles, setelah membacanya 40 kali. Ia juga mempelajari ilmu kedokteran pada Isa bin Yahya, seorang Masehi.

0 komentar:

Posting Komentar